Lomba Foto via Instagram

IKUTI Lomba foto Seminar Nasional, Medical Emergency Radiology via INSTAGRAM.

Berikut adh Syarat dan ketentuan teknisnya :

1. Peserta wajib follow akun instagram: @paridkijakarta dan @mashari_ali (Ketua PARI Pengda DKI Jakarta).

2. Akun instagram peserta harus aktif dan tidak dalam kondisi terkunci atau private.

3. Unggah foto kamu ke Instagram dengan tema #SeminarNasionalPARIJaya2019 ke akun Instagram pribadi kamu.

4. Peserta dibolehkan meng-upload 3 foto terbaiknya dan wajib tag minimal 3 orang teman serta tag akun: @paridkijakarta & @mashari_ali

5. Menyertakan caption yang mendukung foto disertai tagar #MURI #LombaFotografi #RadiograferIndonesia #SeminarNasionalPariJaya2019

6. Periode pemostingan (ungguh) materi lomba dilakukan selama sepekan dari hari Minggu, 29 September – 4 Oktober 2019 pukul 23.59 WIB.

7. Foto yang diposting tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.

8. Materi foto yang diposting menjadi tanggung jawab peserta/pemilik foto masing-masing.

9. Pengumuman lomba dilakukan pada hari Senin, 14 Oktober 2019.

10. Pemenang akan dihubungi melalui direct message Instagram untuk meminta kelengkapan data. Pemenang diwajibkan untuk membalas dalam waktu 1×24 jam setelah pengumuman pemenang. Apabila pemenang tidak merespon dalam jangka waktu yang ditetapkan, maka dengan ini pemenang dinyatakan melepaskan haknya untuk mendapatkan hadiah.

11. Hadiah :

– Satu (1 ) Pemenang Utama : Logam Mulia + Jaket PARI.

– Dua (2) Pemenang Favorit : Jaket PARI

SUMPAH DAN JANJI RADIOGRAFER

SENIN lalu, 26 Agustus 2019 PARI Pengda DKI Jakarta menghadiri acara Wisuda ATRO Nusantara angkatan XX.

Sebelum prossesi wisuda dimulai, para wisudawan mengikuti session pengambilan sumpah dan janji profesi Radiografer yang dipandu Ka Pengda PARI Jaya, yang dalam hal ini mewakili Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Radiografer Indonesia.

Berikut adalah naskah lengkapnya.

Saya bersumpah berjanji :

1. Bahwa Saya, akan mengabdikan ilmu saya dengan sebaik-baiknya, dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhansesuai standar profesi dan kode etik profesi radiografer.

2. Bahwa Saya, akan melaksanakan tugas dalam pelayanan radiografi atas dasar kemanusiaan, tanpa membedakan pangkat, kedudukan, keturunan, golongan, suku, bangsa dan agama.

3. Bahwa Saya,dalam melaksanakan tugas akan bersikap profesional, berintegritas, dengan mengutamakan keselamatan Pasien.

4. Bahwa Saya, akan senantiasa menghormati, membina kerjasama, keutuhan dan kesetiakawanandengan teman sejawat.

5. Bahwa Saya, tidak akan menceritakan kepada siapapun, segala rahasia yang berhubungan dengan tugas saya, kecuali jika diminta oleh pengadilan, untuk keperluan kesaksian.

6. Bahwa Saya, akan menjaga martabat dan keluhuran profesi radiografer, serta menghormati para guru dan senior.

7. Bahwa Saya, akan terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi di bidang radiografi dan imajing.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan kepada saya.

PUBLIC SPEAKING POWER

How to Rock Your Presentation

ONE DAY TRAININGyang akan memberdayakan sekaligus mengembangkan kemampuan Anda berbicara di depan umum dengan penuh percaya diri dan profesional.(30% Teori dan 70% Praktek)

• Apakah Anda pernah merasa deg-degan saat diminta untuk berbicara di depan umum?
• Apakah Anda merasa cara berkomunikasi Anda datar, tawar dan kurang menarik?
• Apakah Anda merasa kurang “greget” saat menginspirasi orang lain?

Program PUBLIC SPEAKING POWER adalah solusinya, karena Anda akan mempelajari:

• Tips mengatasi rasa takut dan grogi berbicara di depan umum.
• Menguasai tiga komponen utama dalam Public Speaking secara efektif (Vocal, Verbal & Visual).
• Cara memukau dan mempertahankan perhatian audiens (Maintain Interest Level).
• 3 Cara pembukaan presentasi (Attractive Introduction) yang menarik.
• 3 Cara mengupas isi presentasi yang menarik dan mudah dipahami.
• 3 Cara menutup presentasi (Powerful Closing) yang mengesankan.
• Menguasai teknik membawakan presentasi (Meaningful Message) yang mengesankan.
• Menguasai berbagai variasi teknik untuk mencairkan (ice Breaking) dan menghidupkan (Energizer) suasana.

Fasilitas Seminar :
1. Modul Pembelajaran
2. Sertifikat Training
3. Makan Siang dan Coffee Break
4. Konsultasi dan bimbingan GRATIS selama 3 bulan setelah program berakhir.

TEMPAT dan WAKTU
Pelatihan ini akan dilaksanakan pada:
• Sabtu, 14 September 2019
• Pukul : 09.00 s/d 17:00 WIB
• Lokasi Acara :
MY DREAM Consultindo, Jl. Sunan Giri III, Vila Gading Harapan G4/25, RT.14/35, Kel. Bahagia, Babelan, Bekasi, 17610.

BIAYA Investasi :
☑ Harga Normal: Rp 850.000,- (Berakhir 10 September 2019)
☑ Early Bird Rp 500.000,- (Pendaftaran Sebelum tanggal 5 September 2019).
☑ Dalam menyambut tahun baru 1441 H, jika pendaftaran dilakukan selama bulan Agustus ini, Anda cukup membayar Rp 299.000,- (Berakhir 1 September 2019)

Silakan transfer biaya investasi ke salah satu nomer rekening berikut:
a. Bank BCA – No Rek. 5210033094 a.n Mashari bin Ali Misri
b. Bank Mandiri – No Rek. 122-00-0560148-2 a.n Mashari bin Ali Misri

INFO dan PENDAFTARAN Call, SMS, WA ke: Yenny, +62 813-1640-6380.

Note :
– Mohon konfirmasikan pembayaran anda, dengan mengirimkan bukti transfer.

Workshop, “Tantangan pelayanan Radiologi pediatric dan solusinya”.

Radiologi Pediatric adalah cabang dari pelayanan radiologi yang mencakup pencitraan diagnostic pada janin, bayi, anak-anak, remaja dan pasien dewasa yg tergolong dalam usia muda.

Meskipun sebagian dari Patologi pada kasus-kasus pediatric ditemukan pada pasien dewasa, nyatanya pelayanan radiologi pediatric membutuhkan strategi kusus untuk memastikan citra yang dihasilkan optimal dan dosis radiasi serendah mungkin .

Dalam banyak kasus, pemeriksaan radiologi pediatric terkait pada kelainan-kelainan kongenital yang sangat berbeda dan jarang ditemukan pada pasien dewasa. Karenanya, protokol dan teknik pemeriksaan yang digunakan seringkali berbeda dengan yang digunakan pada pasien dewasa.

Mengacu pada hukum Bergonie dan Tribendau tentang radio-sensitifitas, sel-sel pada pasien pediatric memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap radiasi pengion yang diterima. Pertimbangan terhadap parameter radiasi menjadi hal yang sangat penting.

Berinteraksi pada pasien pediatric merupakan hal yang sangat rumit, dalam kondisi-kondisi tertentu. Mendapatkan kepercayaan dari pasien pediatric sangat dibutuhkan, untuk mendapatkan suasana yang nyaman dan cair, membuat mereka mengerti tentang pemeriksaan yang akan dilakukan, sehingga dapat mengikuti prosedur pemeriksaan dengan baik.

Radiologi pediatric harus mempertimbangkan suasana ruangan yang bersahabat dengan pasien pediatric dan melatih tenaga radiografer agar terampil dalam berintekasi dengan pasien pediatric tanpa menimbulakan trauma.

Dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan radiologi pediatric tidak dapat dianggap sebagai hal yang remeh. Radiografer sebagai penyelenggara pemeriksaan radiologi haruslah memiliki kompetensi yang cukup tidak hanya terkait penatalaksanaan pemeriksaan namun terkait hal-hal lain yang menunjang hasil diagnosa yang optimal.

Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) dalam hal ini berperan sebagai wadah Radiografer, memiliki peranan untuk membekali radiografer Indonesia dengan kompetensi tersebut.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi Radiografer serta meningkatkan pelayanan radiologi pediatric dan menyambut hari anak nasional, maka perhimpunan radiografer Indonesia ( PARI) cabang Jakarta Utara, bermaksud menyelenggarakan seminar dan workshop dengan tema “Tantangan pelayanan Radiologi pediatric dan solusinya”.

AYO daftarkan diri Anda… untuk menjadi Salah Satu Peserta Workshop yang akan diadakan pada :

🗓 : Minggu, 22 Juli 2018
⌛ : Pukul 08.00 – 17.00 🕔 WIB
📌 : Aula Lt 6 Blok E RSUD KOJA
Jl Deli No. 4 Tanjung Priok
Jakarta Utara.

📣📣 KUOTA TERBATAS 📣📣

🚫 Tidak menerima onsite 🚫

📝Registrasi 📝 : bit.ly/workshopjakutpediatric
📝undangan dan brosur : http://Bit.ly/brosurjakutpediatric

📄 Note : 2 SKP ( Berdasarkan surat nomor 359/PARIDKI/IV/2018 )

☎ Contact Person ☎
📲 Novian (082122592242)
📲 Putut (085946356059)
☎ Call Center (081389044409)

📋Jangan lewatkan acara ini📋

Mengenal Sosok Mashari Ali Misri

Coach Pamas. Demikian ia dikenal di dunia training dan kalangan therapist. Selain sebagai Radiografer yang telah membesarkan nama dirinya, pribadi yang mudah bergaul ini aktif dalam berbagai komunitas. Sebut saja misalnya komunitas yang berbasis hobby, sosial hingga keagamaan ia geluti.

Saat ini beliau tercatat sebagai:
1. Ketua Perhimpunan Radiografer Indonesia Pengurus Daerah DKI Jakarta.
2. Ketua Majelis Dakwah Pengurus Cabang Muhammadiyah Babelan – Bekasi.
3. Ketua Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Ummat (FP2U)
4. Pengurus Majelis Taklim Al Fatih Bekasi.

Aktivitas rutinnya selain sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Kesehatan, beliau kerap memberikan ceramah dan training pada masyarakat luas. Adapun yang menjadi konsentrasinya saat ini di bidang motivasi, public speaking dan training pemberdayaan diri yang berbasis pada mindset.

Adapun sertifikasi yang pernah ia raih meliputi:
1. International Certified NLP Practitioner (CNLP) dari National Federation of NLP (NFNLP) – Florida, USA

2. Certified Neo NLP Practitioner (CNNLP) dari Neo NLP Society

3. Certified Neo NLP Master Practitioner (CMNNLP) dari Neo NLP Society

4. Certified Trainer of Neo NLP (CTNNLP) dari Neo NLP Society

5. Certified NLP Coach Association (CNC) dari NLP Coach Association (NCA)

6. Certified Trainer dari Motivator Academy Ongky Hojanto Resource (OHR).

7. Certified Hypnotist (CH) dari The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH)

8. Certified Hypnotherapist (CHt) dari The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH)

Jika Anda berminat mengundangnya dapat menghubungi Coach Pamas via WhatsApp di Nomor 081317446617.

Penatalaksanaan USG Payudara

Penatalaksanaan USG Payudara

Danglina

Dang Lina Riawina

Sejarah USG

Saat ini perkembangan dunia teknologi sangat berkembang pesat terutama dalam dunia IT (Information Technology). Perkembangan dunia IT berimbas pada perkembangan berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Dewasa ini dunia kesehatan modern telah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di dunia kesehatan. Salah satu contoh pengaplikasian dunia IT di dunia kesehatan adalah penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya adalah USG (Ultra sonografi).

USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Dalam hal ini yang dimanfaatkan adalah kemampuan gelombang ultrasonik dalam menghancurkan sel-sel atau jaringan “berbahaya” ini kemudian secara luas diterapkan pula untuk penyembuhan penyakit-penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita arthritis, haemorrhoids, asma, thyrotoxicosis, ulcus pepticum (tukak lambung), elephanthiasis (kaki gajah), dan bahkan terapi untuk penderita angina pectoris (nyeri dada).

Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonik dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal tersebut disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli saraf dari Universitas Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, Freiderich, seorang ahli fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonik melalui tulang tengkorak. Dengan menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima data), hasil pemindaian masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri dari barisan titik-titik berintensitas rendah. Kemudian George Ludwig, ahli fisika Amerika, menyempurnakan alat temuan Dussik.

Tahun 1949, John Julian Wild, ahli bedah Inggris yang bekerja di Medico Technological Research Institute of Minnesota, berkolaborasi dengan John Reid, seorang teknisi dari National Cancer Institute. Mereka melakukan investigasi terhadap sel-sel kanker dengan alat ultrasonik. Beberapa jenis alat yang dibuat untuk kepentingan investigasi tersebut antara lain B-mode ultrasound, transduser/alat pemindai jenis A-mode transvaginal, dan transrectal. Prinsip alat-alat tersebut mengacu pada sistem radar. Oleh sebab itu mereka kemudian menyebutnya sebagai Tissue Radar Machine (mesin radar untuk deteksi jaringan). Beberapa hasil penelitian lanjutan yang cukup penting dalam bidang obstetri ginekologi antara lain ditemukannya metode penentuan ukuran janin (fetal biometry), teknologi transduser/alat pemindai digital, transduser dua dimensi dan tiga dimensi modern penghasil tampilan gambar jaringan yang lebih fokus, dan penentuan jenis kelamin janin dalam kandungan (Fetal Anatomic Sex Assignment/FASA).

Teknologi transduser digital sekira tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih jelas. Penemuan komputer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu teknologi ini. Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Seperti inilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.

Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot,  ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.

Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien. Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.

Sedangkan dalam fisika istilah “suara ultra” termasuk ke seluruh energi akustik dengan sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih tinggi.

Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair memastikan penyerasian antara pasien dan probe.

Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis kedokteran (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG (ultrasonografi) digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari cairan.

Sonograf ini menunjukkan citra kepala sebuah janin dalam kandungan.

Ultrasonografi medis digunakan dalam:

•    Kardiologi; lihat ekokardiografi

•    Endokrinologi

•    Gastroenterologi

•    Ginaekologi; lihat ultrasonografi gynekologik

•    Obstetrik; lihat ultrasonografi obstetrik

•    Ophthalmologi; lihat ultrasonografi A-scan, ultrasonografi B-scan

•    Urologi

•    Intravascular ultrasound

•    Contrast enhanced ultrasound

KELAINAN DI PAYUDARA

Kelainan pada payudara pastilah merupakan mimpi buruk bagi wanita. Percaya diri lenyap, dan tak jarang memengaruhi hubungan dengan pasangan.

Apa saja kelainan payudara dan bagaimana merawat payudara agar sehat dan indah?

Payudara ternyata juga butuh perawatan agar bisa sehat dan indah terawat. Kelainan pada payudara timbul dalam berbagai bentuk. Ada pula yang karena faktor bawaan, pula karena kelainan hormon. Menurut dr. Sonar Soni Panigoro, SpB.K-Onk dari Klinik Swadana Bedah Tumor RSCM, Jakarta, secara garis besar kelainan-kelainan pada payudara wanita terbagi dalam 5 kelompok besar, yakni:

1. Infeksi Payudara

Infeksi ini terbagi dua, infeksi pada masa menyusui dan infeksi yang umumnya sering terjadi. “Bisa akibat kuman atau virus dari luar yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya, payudara akan membengkak dan muncul keluhan rasa nyeri,” tutur Sonar. Infeksi payudara lebih sering terjadi pada wanita yang sedang menyusui. Pasalnya, air susu ibu (ASI) merupakan media paling subur bagi pertumbuhan kuman-kuman penyakit. Jika ada hambatan dalam proses pengeluaran air susu, maka kuman jadi lebih mudah masuk.

“Wanita yang sedang menyusui kerap mengeluh demam. Selain itu, payudara akan terasa sakit dan memerah. Kalau infeksi sudah parah, bisa pecah seperti bisul,” tambah Sonar. Namun, bukan tak mungkin infeksi juga dialami wanita yang tidak sedang menyusui. “Ini akibat masuknya kuman pada lapisan kelenjar payudara.”

2. Kelainan Bawaan

Payudara manusia sebenarnya seperti pada binatang. Manusia memiliki 6 pasang payudara. Posisi yang akan menjadi cikal bakal payudara dimulai dari pangkal ketiak hingga selangkangan. Pada saat kehamilan 10 minggu, ini akan hilang, kecuali di kiri-kanan dada. Pada beberapa orang, fase tersebut bisa saja terhambat. “Ini dapat menyebabkan tumbuh payudara lebih dari sepasang. Oleh sebab itu, beberapa wanita memiliki payudara lebih dari sepasang. Bahkan, payudara tambahan ini kadang dilengkapi puting susu juga,” lanjutnya.

Besar-kecilnya kelenjar payudara tambahan ini pun bervariasi. “Lebih sering terjadi, adanya gumpalan kelenjar payudara pada salah satu sisi ketiak. Tapi, ada pula yang kelenjar payudaranya tidak terbentuk sama sekali, atau perkembangan kedua payudara tidak berjalan normal,” tambah Sonar.

Wanita dengan kelainan seperti ini biasanya tak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Tak jarang, kelainan bawaan ini membuat wanita kehilangan rasa percaya dirinya. Dokter biasanya akan mengambil langkah operasi estetika. Menurut Sonar, munculnya kelenjar payudara tambahan ini juga perlu diwaspadai. “Soalnya, benjolan yang tumbuh sebagai payudara tambahan ini kemungkinan bisa berkembang menjadi tumor.”

3. Status Hormon

Kelainan hormonal cukup sering dikeluhkan wanita. Timbul nyeri dan pegal pada payudara. Keluhan sering terjadi menjelang atau ketika tiba masa menstruasi. “Rasa sakit bervariasi, ada yang nyeri biasa, tapi ada juga yang merasa nyeri luar biasa,” tutur Sonar.

Payudara disiapkan tubuh untuk memproduksi air susu pada akhir masa kehamilan. Ketika menstruasi, kondisi payudara dipengaruhi oleh hormon kewanitaan. “Ini yang membuat payudara terasa lebih padat dan kencang. Tak jarang disertai munculnya benjolan, selain keluar cairan dari kedua puting susu.” Sonar mengganggap kelainan hormonal ini merupakan reaksi wajar. “Kecuali bila muncul rasa sakit yang hebat, sebaiknya segera kunjungi dokter.”

4. Neoplasma-tumor

Tumor terbagi tumor jinak dan ganas. “Selama 30 tahun ini, pasien di Indonesia lebih banyak mendatangi dokter setelah tumor yang diidapnya memasuki stadium lanjut,” ungkap Sonar. Hal itu tentu saja mengakibatkan pengobatan medis yang diberikan tidak maksimal.

5. Kelainan lain

Salah satunya adalah trauma pada payudara. “Trauma dapat terjadi karena adanya benturan keras pada payudara,” jelas Sonar.

Oleskan Minyak zaitun

Berkurangnya kekencangan payudara merupakan momok bagi kaum wanita. Oleh sebab itu, payudara perlu dirawat, selayaknya kita merawat bagian tubuh lainnya.

1. Kenakan bra untuk menjaga bentuk payudara tetap indah. Pilih ukuran bra yang sesuai agar dapat menopang payudara dengan baik.

2. Bersihkan secara rutin daerah seputar puting susu dengan kapas yang dibasahi air hangat.

3. Oleskan minyak zaitun pada payudara untuk menjaga kelembaban. Agar hasilnya lebih maksimal, lakukan pijatan ringan dengan gerakan lembut.

4. Lakukan senam ringan dengan fokus untuk memperkuat otot dada.

 

Awas Kanker Payudara

Gejala awal penyakit yang jadi momok wanita ini ditandai munculnya benjolan sebesar kelereng.

Benjolan ini tak teraba dengan tangan ketika ukurannya masih kecil. Selain itu, salah satu puting susu mengeluarkan cairan berwarna merah dan berbekas di bra. Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia. “Ini karena beberapa faktor. Bisa jadi mereka enggak tahu atau merasa malu berobat. Kebanyakan pasien lebih memilih pengobatan alternatif. Mereka mendatangi dokter setelah penyakitnya mencapai stadium lanjut,” papar Sonar.

Salah satu upaya mengetahui kelainan pada payudara adalah dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). SADARI dapat dilakukan 7-10 hari sesudah menstruasi hari terakhir. Untuk membantu proses ini, oleskan sedikit minyak zaitun atau busa sabun mandi di permukaan payudara. Ini akan memperlicin permukaan payudara. Selain itu tangan menjadi lebih sensitif meraba kemungkinan adanya benjolan di payudara.

 

Langkah-langkah melakukan SADARI:

1. Dalam posisi berbaring telentang, letakkan tangan kanan di bawah kepala. Letakkan sebuah bantal kecil di bawah punggung sebelah kanan.

2. Raba seluruh bagian payudara sebelah kanan dengan menggunakan 3 ujung jari tengah yang dirapatkan.

3. Lakukan gerakan memutar dan tekanan lembut tetapi mantap. Lakukan gerakan ini mulai dari bagian pinggir searah jarum jam.

4. Ulangi gerakan serupa pada payudara sebelah kiri. Rasakan dan perhatikan dengan seksama, apabila muncul benjolan yang mencurigakan.

5. Tekan pelan-pelan daerah di sekitar puting. Perhatikan, apakah puting mengeluarkan cairan yang tidak normal.

6. Dalam posisi berdiri dan lengan lurus ke bawah, teliti kedua payudara di depan cermin. Perhatikan, bila ada benjolan atau perubahan bentuk payudara.

7. Angkat kedua lengan lurus ke atas. Ulangi langkah di atas.

 

Penyebab kanker payudara sampai saat ini tidak diketahui dengan pasti, masih banyak kontroversi dikalangan peneliti, namun ada beberapa faktor resiko pada pasien yang diduga berhubungan dengan kejadian kanker payudara ini, antara lain :

  1. Umur > 30 tahun
  2. Melahirkan anak pertama pada usia > 35 tahun
  3. Tidak kawin / tidak pernah melahirkan
  4. Usia haid pertama < 12 tahun
  5. Usia menopause > 55 tahun
  6. Pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara
  7. Terapi hormonal yang lama
  8. Pernah mengalami operasi ginekologis misalnya tumor indung telur
  9. Pernah mengalami penyinaran radiasi di daerah dada
  10. Ada riwayat keluarga dengan kanker payudara pada ibu, saudara perempuan ibu, saudara perempuan adik / kakak
  11. Penggunaan obat hormonal pada pasien tumor payudara jinak seperti kelainan fibrokistik yang ganas

 

Stadium Pada Kanker Payudara

Dikenal ada 4 stadium, yaitu

 

Stadium I : Massa tumor pada payudara dengan ukuran < 2 cm, tidak terfiksasi pada kulit atau otot, tanpa adanya penyebaran melalui kelenjar getah bening pada ketiak.
Stadium II : Massa tumor dengan ukuran < 2 cm dengan adanya penyebaran melalui kelenjar getah bening ketiak, atau diameter 2 – 5 cm dengan / tanpa penyebaran melalui kelenjar getah bening ketiak.

Stadium IIIa : Massa tumor dengan ukuran > 5 cm tapi masih bebas dari jaringan sekitarnya dengan / tanpa penyebaran melalui kelenjar getah bening ketiak.

Stadium III : Massa tumor dengan penyebaran ke kelenjar getah bening di bawah atau di atas tulang selangka yang bersisian dengan payudara atau tumor sudah menginfiltrasi kulit dan dinding dada.
Stadium IV : Massa tumor sudah mengadakan penyebaran ke organ lain, seperti Tulang, Hati, Limpa, Paru paru, Otak dan lain sebagainya.

Jangan Asal Besar (WaGeBang)

Besar-kecilnya ukuran payudara memang relatif, tak sama pada masing-masing wanita.

Namun, ada asumsi, payudara yang besar akan lebih indah. Akibatnya, banyak wanita yang merasa tak puas dengan ukuran payudara mereka dan berusaha melakukan rekonstruksi payudara, baik dengan operasi payudara maupun pemakaian obat-obatan yang dipercaya bisa membesarkan ukuran payudara.

“Tindakan operasi payudara tidak boleh dilakukan sembarangan, seperti yang terjadi di salon-salon kecantikan, misalnya,” ujar Sonar. Operasi pembesaran payudara sebaiknya dilakukan dokter ahli bedah estetika. Pasalnya, pembesaran payudara secara ilegal dapat berakibat fatal. Pada beberapa kasus, akibat fatal terjadi karena penyuntikan silikon cair pada kelenjar payudara. “Silikon menyebar dan bereaksi dengan organ tubuh lainnya. Ini sangat berbahaya,” lanjut Sonar. “Yang benar adalah dengan silikon dalam kantung yang ditanam pada kelenjar payudara. Tindakan ini aman selama dilakukan dengan benar.”

Belakangan juga banyak beredar produk perawatan untuk memperbesar ukuran payudara. Sebagian wanita ada yang mencoba produk berbentuk krim untuk membesarkan payudara.

“Tapi ini pun belum terbukti efektif. Perkembangan payudara hanya bisa dipengaruhi oleh faktor hormonal,” tukas Sonar. Penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon juga tidak disarankan. Pasalnya, hal itu dapat menyebabkan efek samping tertentu, seperti kenaikan berat badan dan munculnya kelainan lain.

 

PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN PAYUDARA

Pendahuluan

Pada setiap pemeriksaan USG, diperlukan persiapan yang baik dari pasien, pemeriksa, maupun peralatan yang akan dipergunakan. Bila salah satu tidak siap, kemungkinan adanya gangguan dalam proses pemeriksaan USG tersebut dapat saja terjadi. Misalnya, bila pemeriksa sedang dalam kondisi kelelahan atau sakit, maka pemeriksaan USG harus dihentikan. Bila klien belum memberikan persetujuan untuk pemeriksaan USG, maka pemeriksaan USG tersebut tidak dapat dilaksanakan.
Sebelum memulai pemeriksaan, perhatikan setting mesin USG. Jangan memakai setting obstetri untuk pemeriksaan ginekologi, atau setting jantung untuk pemeriksaan obstetri. Setting yang salah akan menyebabkan kesalahan dalam diagnosis semakin besar. Selain itu, buku manual harus diletakkan didekat mesin USG agar bila terjadi masalah dapat dicari penyelesaiannya pada buku manual tersebut. Kesamaan teknik dasar pemeriksaan USG obstetri dan ginekologi diperlukan agar dapat dicapai suatu standarisasi dalam pemeriksaan USG tersebut. Standarisasi ini penting didalam mencapai dan melakukan evaluasi tingkat kompetensi seorang sonografer atau sonologist.

Indikasi Pemeriksaan
Indikasi pemeriksaan USG merupakan salah satu prasyarat penting yang harus dipenuhi sebelum pemeriksaan USG dilakukan. Pemeriksaan USG janganlah dilakukan secara rutin atau setiap melakukan pemeriksaan pasien, terutama bila pasien hamil. Banyak panduan yang telah diterbitkan, misalnya dari ISUOG (International Society of Ultrasound in Medicine), AIUM (American Institute of Ultrasound in Medicine), RCOG (Royal College of Obstetrics and Gynecology), atau ASUM (Australian Society of Ultrasound in Medicine). Untuk mempermudah memilah indikasi pemeriksaan tersebut penulis menyaran-kan pembagian indikasi sebagai berikut : 1. indikasi obstetri, 2. indikasi ginekologi onkologi, 3. indikasi endokrinologi reproduksi, 4. indikasi uroginekologi, dan 5. indikasi non obstetri ginekologi.

Semakin tinggi frekuensi gelombang suara, maka semakin pendek gelombang suara yang dipergunakan, sehingga gambar yang dihasilkan lebih jelas dan rinci (memiliki resolusi tinggi). Kebalikannya bila semakin tinggi frekuensi yang dipergunakan, maka kedalaman penetrasi gelombang suara semakin rendah (dangkal), artinya untuk pemeriksaan organ superfisial atau yang dekat dengan transduser lebih baik memakai frekuensi tinggi (> 5 MHz), misalnya USG transvaginal atau payudara. Ketajaman gambar juga dipengaruhi oleh fokus. Fokus dapat diatur melalui mesin USG oleh operator, fokus ditempatkan pada daerah yang akan diamati. Khusus untuk pemeriksaan jantung janin hanya dipergunakan satu fokus saja, sedangkan untuk organ lainnya cukup dua buah fokus. Semakin banyak fokus yang dipergunakan, semakin banyak energi yang dipakai, sehingga gambar USG semakin tidak tegas gambarannya. 

Resolusi aksial dan lateral mempengaruhi ketajaman gambar. Resolusi aksial adalah kemampuan untuk membedakan dua titik pada daerah yang tegak lurus dengan transduser. Resolusi lateral adalah kemampuan untuk membedakan dua titik pada daerah horizontal (lateral) terhadap transduser. Selain itu, ketajaman gambar juga dapat dipengaruhi oleh adanya artefak.

Persiapan Pemeriksaan
Persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan USG adalah : 

a. Pencegahan infeksi 
b. Persiapan alat 
c. Persiapan pasien 
d. Persiapan pemeriksa

Pencegahan infeksi 
Cuci tangan sebelum dan setelah kontak langsung dengan pasien, setelah kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, dan setelah melepas sarung tangan, telah terbukti dapat mencegah penyebaran infeksi. Epidemi HIV/AIDS telah menjadikan pencegahan infeksi kembali menjadi perhatian utama, termasuk dalam kegiatan pemeriksaan USG dimana infeksi silang dapat saja terjadi. Kemungkinan penularan infeksi lebih besar pada waktu pemeriiksaan USG transvaginal karena terjadi kontak dengan cairan tubuh dan mukosa vagina.

Risiko penularan dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu tinggi, sedang, dan ringan.

1) Risiko penularan tinggi terjadi pada pemeriksaan USG intervensi (misalnya punksi menembus kulit, membran mukosa atau jaringan lainnya); peralatan yang dipakai memerlukan sterilisasi (misalnya dengan autoklaf atau etilen oksida) dan dipergunakan sekali pakai dibuang.

2) Risiko penularan sedang terjadi pada pemeriksaan USG yang mengadakan kontak dengan mukosa yang intak, misalnya USG transvaginal; peralatan yang dipakai minimal memerlukan desinfeksi tingkat tinggi (lebih baik bila dilakukan sterilisasi). 3) Risiko penularan ringan terjadi pada pemeriksaan kontak langsung dengan kulit intak, misalnya USG transabdominal; peralatan yang dipakai cukup dibersihkan dengan alkohol 70% (sudah dapat membunuh bakteri vegetatif, virus mengandung lemak, fungisidal, dan tuberkulosidal) atau dicuci dengan sabun dan air.

Panduan di bawah ini dapat membantu mencegah penyebaran infeksi :

1.      Semua jeli yang terdapat pada transduser harus selalu dibersihkan, bisa memakai kain halus atau kertas tissue halus. 
2.      Semua peralatan yang terkontaminasi atau mengandung kotoran harus dibersihkan dengan sabun dan air. Perhatikan petunjuk pabrik tentang tatacara membersihkan peralatan USG. 
3.      Transduser kemudian dibersihkan dengan alkohol 70% atau direndam selama dua menit 10 dalam larutan yang mengandung sodium hypochlorite (kadar 500 ppm dan diganti setiap hari), kemudian dicuci dengan air mengalir dan selanjutnya dikeringkan. 
4.      Transduser harus diberi pelapis sebelum dipakai untuk pemeriksaan USG transvaginal, bisa memakai sarung tangan karet, atau kondom. 
5.      Pemeriksa harus memakai sarung tangan sekali pakai (tidak steril) pada tangan yang akan membuka labia sebelum transduser vagina dimasukkan. Perhatikan jangan sampai sarung tangan tersebut mengotori peralatan USG dan tempat pemeriksaan. 
6.      Setelah melakukan pemeriksaan, kondom atau sarung tangan harus dimasukkan pada tempat khusus untuk mencegah penyebaran infeksi, dan kemudian pemeriksa mencuci tangan. 

Persiapan alat
Perawatan peralatan yang baik akan membuat hasil pemeriksaan juga tetap baik. Mesin USG diletakkan disebelah kanan tempat tidur pasien, bila pemeriksa bertangan kiri, maka mesin diletakkan disisi kiri pasien. Hidupkan peralatan USG sesuai dengan tatacara yang dianjurkan oleh pabrik pembuat peralatan tersebut. Panduan pengoperasian peralatan USG sebaiknya diletakkan di dekat mesin USG, hal ini sangat penting untuk mencegah kerusakan alat akibat ketidaktahuan operator USG. Perhatikan tegangan listrik pada kamar USG, karena tegangan yang terlalu naik-turun akan membuat peralatan elektronik mudah rusak. 

Bila perlu pasang stabilisator tegangan listrik dan UPS (uninterrupted power supply). Setiap kali selesai melakukan pemeriksaan USG, bersihkan semua peralatan dengan hatihati, terutama pada transduser (penjejak) yang mudah rusak. Bersihkan transduser dengan memakai kain yang lembut dan cuci dengan larutan anti kuman yang tidak merusak transduser (informasi ini dapat diperoleh dari setiap pabrik pembuat mesin USG). 

Selanjutnya taruh kembali transduser pada tempatnya, rapikan dan bersihkan kabel-kabelnya, jangan sampai terinjak atau terjepit. Setelah semua rapih, tutuplah mesin USG dengan plastik penutupnya. Hal ini penting untuk mencegah mesin USG dari siraman air atau zat kimia lainnya. Agar alat ini tidak mudah rusak, tentukan seseorang sebagai penanggung jawab pemeliharaan alat tersebut.
Penyetelan gain yang benar, variasikan pengaturan gain untuk mendapatkan gambar terbaik dari bagian yang tengah di USG.
USG-crop
 Persiapan pasien
Sebelum pasien menjalani pemeriksaan USG, ia sudah harus memperoleh informasi yang cukup mengenai pemeriksaan USG yang akan dijalaninya. Informasi penting yang harus diketahui pasien adalah harapan dari hasil pemeriksaan, cara pemeriksaan (termasuk posisi pasien), akurasi ketepatan diagnostik, perlu tidaknya pemeriksaan USG 3D, dan berapa biaya pemeriksaan. 

Persiapan pemeriksaan
Pemeriksa diharapkan memeriksa dengan teliti surat pengajuan pemeriksaan USG, apa indikasinya dan apakah perlu didahulukan karena bersifat darurat gawat, misalnya pasien dengan kecurigaan kehamilan ektopik. Tanyakan apakah ia seorang nyonya atau nona, terutama bila akan melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Selanjutnya cocokkan identitas pasien, keluhan klinis dan pemeriksaan fisik yang ada; kemudian berikan penjelasan dan ajukan persetujuan lisan terhadap tindak medik yang akan dilakukan. Persetujuan tindak medik yang kebanyakan berlaku di Indonesia saat ini hanyalah bersifat persetujuan lisan, kecuali untuk tindakan yang bersifat invasif misalnya kordosintesis atau amniosintesis. 

Setiap mesin mempunyai konfigurasi tampilan tombol-tombol yang berbeda, sehingga setiap pemeriksa harus menyesuaikan dengan peralatan yang dipakainya serta mengenali semua lokasi dan fungsi tombol-tombol yang tersedia. Transduser dipegang oleh tangan yang terdekatdengan tubuh pasien, hal ini untuk mencegah terjatuhnya transdusertersebut. 

Sebaiknya pemeriksa duduk dikursi ergonomis yang dapat bergerak, berputar, dan dapat diatur ketinggiannya agar posisi tangan sama tinggi dengan dinding perut pasien (pemeriksaan USG transabdominal) atau duduk di depan perineum pada saat melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Mesin USG harus dapat dijangkau oleh tangan kiri pemeriksa agar pemeriksaan tersebut dapat optimal dan tidak membuat lekas lelah.

Pemeriksa juga harus berlatih dengan baik agar dapat merasakan bahwa transduser tersebut merupakan kepanjangan dan bagian dari tangannya (terutama transduser transvaginal) sehingga adanya tahanan, konsistensi masa, atau perlekatan dapat dirasakan. Jangan memegang transduser terlalu kaku dan kuat karena akan menimbulkan cedera pada lengan dan bahu. Pemeriksa juga harus mengetahui program pencegahan infeksi universal.

Pemilihan Tranduser
Untuk pemeriksaan payudara, digunakan tranduser dengan frekuensi 7.5 Mhz. Frekuensi tranduser berbanding terbalik dengan kedalaman objek  yang akan diperiksa. Semakin tinggi frekuensi, maka daya tembusnya hanya pada permukaan, semakin rendah frekuensi tranduser, maka daya tembusnya semakin dalam.
 
Teknik Pemeriksaan
Setelah pasien tidur terlentang, untuk pemeriksaan payudara sebelah kanan, tangan kanan pasien diangkat keatas dan ditaruh di sebelah kepala pasien.
Pertama-tama gerakkan transduser secara longitudinal ke kanan dan kekiri Payudara dan secara transversal keatas dan kebawah sehingga menyapu seluruh area payudara

Selanjutnya lakukan gerakan mengitari daerah papila mammae untuk melihat ductus lactiferus mayor dan lakukan juga pemeriksaan daerah axilla

 

Pemeriksaan Axilla

 

Jika didapat gambar yang mencurigakan, freeze gambar dan tulis note sesuai dengan arah jarum jam. Dan untuk kelainan yang tidak teraba dan diketemukan kelainan maka penulisan umpamanya 2 Cm diatas areola dan jam berapa diketemukannya kelainan, tetapi jika teraba, cukup dituliskan sesuai dengan arah jarum jam saja.
Tangan kiri pasien berada di samping tubuh pasien. Begitu pula untuk pembuatan payudara sebelah kiri.
Teknik pemeriksaan dan cara pengambilan gambar ini sangat mempengaruhi keakuratan diagnosa, sehingga prinsip kehati-hatian sangat dibutuhkan

Pernah mendengar pemeriksaan Ankle Mortise???

Pernah mendengar pemeriksaan Ankle Mortise???

Atau mungkin pernah melakukan pemeriksaannya. Salah satu jenis pemeriksaan lower limb dari ankle joint ini merupakan pemeriksaan rutin selain pemeriksaan ankle AP maupun Lateral.

Posisi Pasien :
– Pasien dalam posisi supine dengan meletakkan tungkai yang akan diperiksa full ekstensi.
– Rotasikan tungkai dan kaki untuk proyeksi oblique pergelangan kaki .
– Pusatkan kaset ke bagian persendian pergelangan kaki di antara malleolus ,dan atur bagian pergelangan kaki sehingga paralel dengan sumbu panjang kaki.
– Rotasikan kaki secara medial kira – kira 15 – 20 drajat. Atur derajat rotasi sehingga bagian maleoli paralel dengan bagian tengah kaset. Dua proyeksi oblique medial dapat : pertama menunjukan pergelangan kaki mortise dan kedua dapat menunjukan pergelangan kaki pada pemutaran kearah medial.
Central Ray :
– Arahkan CR tegak lurus pada persendian pergelangan kaki,masuk antara kedua maleoli
Central Point :
– Pada persendian pergelangan kaki,masuk antara kedua maleoli

Struktur Gambaran :
– Pergelangan kaki mortise tampak miringmedial sekitar 15 – 20 derajat dan menunjukan pergelangan kaki mortise pada profil terbebas dari superposisi talus dan distal tibiafibula.
– Terbukanya persendian yang menunjukan cartilage articular radiolucent antara talus dan maleoli
Pemeriksaan Ankle AP biasa :
Posisi Pasien :
– Letakan pasien pada posisi supine dengan tungkai yang diperiksa full ekstensi
– Atur persendian pergelangan kaki untuk proyeksi AP dengan memfleksikan pergelangan kaki untuk proyeksi AP dengan memfleksikan pergelangan kaki
Central Ray :
– Arahkan tegak lurus terhadap film atau kaset
Central Point :
– Persendian pergelangan kaki pada suatu titik di antara kedua maleolus

Kriteria Gambaran :
– Tampak inter space tibiotalar
– Tampak kedua maleoli terproyeksi
– Tampak juga bagian dari distal fibia tibula sampai talus

Penerapan Network & Communications Dalam Pengobatan Pasien Dengan Linac 600CD di Instalasi Radioterapi RSUD Dr. Soetomo Surabaya

PENERAPAN NETWORK & COMMUNICATIONS DALAM PENGOBATAN PASIEN DENGAN LINAC 600CD  DI INSTALASI RADIOTERAPI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOETOMO SURABAYA

I. PENDAHULUAN
Perhatian terhadap kualitas pengobatan terhadap pasien kanker tergantung managemen yang efisien dan ketersediaan informasi yang akurat. Dari beberapa disiplin ilmu sangat perhatian dalam hal pengobatan pasien kanker dengan menggunakan radiasi pengion atau radioterapi. Sistim pemberian dan perencanaan radiasi yang sangat komplek dengan tersedianya data yang meningkat, managemen informasi yang komphrehensip dalam pemberian pengobatan yang tepat guna.

Informasi medis merupakan ilmu yang konsen dalam pengorganisasian manajemen informasi dalam mendukung terhadap pengobatan pasien, pendidikan dan penelitian. Hal ini termasuk akuisisi, penyimpanan data pasien, dan optimalisasi informasi medis dalam pemecahan masalah dan membuat keputusan.

Teknologi Radioterapi dan teknik yang berkelanjutan seperti menggunakan sistim informasi yang berbasis komputer atau elektronik. Dalam pemilihan sistim informasi bergantung pada perangkat keras dan lunak seperti infrastruktur network, antarmuka perangkat lunak dan antarmuka perangkat keras. Karena kualitas dan ketersediaannya sistim informasi medis dalam klinis sangat berpengaruh terhadap kualitas pengobatan pasien.
Baca lebih lanjut

Peran Radioterapi Didalam Pengobatan Kanker Astrocytoma Dengan Teknik Rapid Arc

Peran Radioterapi Didalam Pengobatan Kanker Astrocytoma

Dengan Teknik Rapid Arc

Oleh : Rudy Kurniawan

Departemen Radioterapi Mohtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital Semanggi, Jakarta.

Abstrak

Astrocytoma merupakan jenis Neoplasma otak, kanker ini berasal dari sel Glial jenis tertentu, berbentuk bintang dalam sel otak yang disebut astrosit otak. Jenis tumor ini biasanya tidak menyebar diluar otak dan sumsum tulang belakang dan biasanya tidak mempengaruhi organ lain.

Teknik Radioterapi terus berkembang, salah satunya adalah Rapid arc yang merupakan pengembangan dari teknik IMRT. Rapid Arch merupakan suatu teknik pemberian radiasi dalam lengkungan atau lingkaran 360 derajat ke sekeliling pasien dan memungkinkan penyinaran radiasi dapat memngikuti kontur 3-Dimensi tumor dan mengenai semua sisinya dengan meminimalkan terkenanya organ sehat sekitarnya.

Pada Teknik Rapid Arch, dosis radiasi hanya terkonsentrasi penuh  pada tumor sehingga distribusi dosis radiasi lebih homogen pada tumor.

 

LATAR BELAKANG

Salah satu jenis penyakit kanker yang sering terjadi pada bagian otak adalah Astrocytoma. Di Indonesia insiden kanker masih belum diketahui secara pasti karena belum ada registrasi kanker berbasis populasi yang dilaksanakan.

Pengobatan kanker saat ini dapat melalui Radioterapi, Kemoterapi atau Kemoradiasi. Radioterapi merupakan terapi kanker yang menggunakan radiasi pengion yang bertujuan mengecilkan dan membunuh sel–sel kanker sebanyak-banyaknya melalui pemberian dosis terukur pada volume tumor/ target yang di tuju dan meminimalkan efek radiasi pada jaringan sehat sekitar tumor.

 

Radioterapi merupakan salah satu alat paling penting dalam melawan kanker. Menurut pakar kanker, hampir setengah dari pasien penderita kanker menjalani radioterapi dalam skala yang berbeda-beda dan 40% dari total pasien kanker disembuhkan melalui radioterapi.

Perkembangan teknik radioterapi terus berlanjut, salah satunya adalah  Teknik penyinaran rapid Arch yang dilakukan pada kanker Astrocytoma. Tujuan teknik ini adalah untuk tercapainya ketepatan dan kecepatan dari proses radiasi karena pemberian radiasi hanya dalam satu putaran 360 derajat sehingga distribusi dosis radiasi hanya terkonsentrasi pada bentuk 3 Dimensi dari kontur tumor dan meminimalkan terkenanya jaringan sehat sekitarnya dengan waktu yang cukup singkat. Hal ini sangat penting karena pada kasus Astrocytoma banyak bagian dari kepala yang harus dilindungi dari radiasi.

Pembagian dosis pada target volume dari suatu tumor dapat dilakukan dengan teknik Rapid Arc melalui proses optimisasi. Planning yang digunakan pada Rapid Arch menggunakan metode inverse planning yang berarti batas dosis ditentukan terlebih dahulu, kemudian algoritma TPS  akan mencari field planning yang sesuai dengan batas dosis yang ditentukan. Pada IMRT, MLC bergerak menyesuaikan dosis yang telah diatur sebelumnya.

 

PENDAHULUAN

Astrocytoma merupakan jenis neoplasma otak, kanker ini berasal dari sel glial jenis tertentu, berbentuk bintang dalam sel otak yang disebut astrosit otak. Jenis tumor ini biasanya tidak menyebar diluar otak dan sumsum tulang belakang dan biasanya tidak mempengaruhi organ lain. Astrocytoma merupakan salah satu jenis glioma yang paling umum dan dapat terjadi di sebagian besar otak dan kadang-kadang di sumsum tulang belakang. Astrocytoma terjadi pada sistem syaraf pusat (SSP).

 Presentation1

Gbr 1. Anatomi Astrocytoma

 Salah satu teknik terbaru saat ini adalah Rapid Arch. Varian Medical Systems telah mengembangkan alat radioterapi versi terbaru yaitu RapidArc yang lebih aman dan efektif. Teknik terbaru ini tidak hanya mengurangi jumlah sesi yang diperlukan pasien, tetapi juga lebih akurat dibandingkan penanganan radioterapi konvensional. Dengan begitu, pasien mengalami pengurangan efek yang terjadi akibat proses radiaasi, seperti kerusakan kulit hingga kerusakan jaringan dalam tubuh.
Baca lebih lanjut

BEASISWA Pendidikan Berkelanjutan Radiografer

MIMPI bisa kuliah lagi dengan beasiswa….?

Bangun segera, jangan terlalu banyak mimpi. Temukan “mimpi” Anda segera dan dapatkan informasi selengkapnya melalui WORKSHOP: “BEASISWA Pendidikan Berkelanjutan Radiografer”.

DIY

Baca lebih lanjut